Ngapung CURUG TILU 13 Desember 2020

 CURUG TILU, yang berlokasi di kawasan Ciwangun Parongpong Bandung Barat menjadi tujuan ngapung minggu pagi 13 Desember 2020. Sebanyak 9 orang (1 masih anak2) bergabung di aktivitas ngapung ke  Curug Tilu. Berbekal bacaan bismillah dan surotul fatikhah pada saat mengawali langkah dengan harapan agar aktivitas ngapung hari ini penuh berkah.

Link Video :

1. Video 1

2. Video 2

3. Video 3


 Perjalanan dimulai dari markas ngapung menuju perempatan RSHS dan dilanjutkan dengan kendaraan carter menuju pintu masuk Ciwangun Indah Camp (CIC). Setelah membeli tiket masuk seharga Rp. 15.000,00 maka dimulai jalan kaki menuju Curug Tilu. Awal perjalanan langsung dihadapkan pada jalan turun berundak  yang cukup curam, jalan seperti ini sangat merepotkan bagi beberapa anggota ngapung yang punya lutut keluaran tahun 60 an, namun alhamdulillah dengan penuh kehati hatian semuanya selamat bisa melewati tangga berundak tersebut.







 

Perjalanan dilanjutkan melewati sisi sungai menuju Curug Tilu, hanya beberapa puluh langkah ketemu dam yang sepertinya dam peninggalan jaman kolonial dan masih berfungi dengan baik. berfoto sejenak di jembatan penyeberangan menuju sisi kanan sungai. Perjalanan melalui sisi sungai inilah kenikmatan luar biasa yang bisa kita rasakan, kesegaran udara yang bebas dari polusi, suara air yang mengalir disela sela batu, suara burung berkicau, pemandangan hijau dari tanaman liar dan kenikmatan lain yang mungkin jarang kita dapatkan dalam kehidupan sehari hari.





 













Perjalanan di alam yang masih natural memberikan banyak manfaat, selain manfaat untuk jasmani juga manfaat untuk rohani. Manfaat jasmani sangat mudah kita rasakan karena perjalanan menuju curug tilu ini memerlukan fisik yang prima karena harus melewati jalan setapak yang licin dan jarak cukup membuat kaki pegal sehingga membuat kondisi jasmani kita akan semakin sehat apalagi dengan didukung oleh udara yang bersih bebas polusi. Keindahan alami seperti aliran sungai dengan air yang jernih, pohon pohon yang besar dan tanaman perdu berwarna hijau menjadikan kita rileks sambil mengingat sang penciptanya yaitu Allah subhanahu wata'ala. Bukankah mengagumi ciptaan Allah itu akan menambah kekaguman, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wata'ala?















 Perjalanan bersama dengan sahabat dapat mempererat ukhuwwah, menumbuhkan toleransi dan membangkitkan jiwa sosial (tolong menolong) karena kondisi yang sama dihadapi oleh individu dengan kemampuan fisik yang berbeda beda sehingga kebersamaan menjadi modal utama suksesnya perjalanan.











 Ada yang kami sayangkan terhadap pengelolaan curug tilu yaitu adanya warung warung yang beratap tenda biru di dekat curug, kalau semakin banyak warung seperti itu maka akan merusak pemandangan alami Curug Tilu. Demikian juga pengecatan batu batu dengan warna merah juga merusak pemandangan.


 

Perjalanan pulang dari curug kami tempuh melalui jalan yang berbeda, pada rute pulang ini bisa kita nikmati pemandangan kebun teh, hutan pinus, tempat perkemahan dsb meskipun rutenya harus melalui tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim namun kita mendapatkan suasana dan pengalaman yang berbeda.




















 

Demkian sedikit catatan perjalanan ngapung di Curug Tilu, semoga Allah subhanahu wata'ala mengabulkan niat & ikhtiar kita untuk selalu sehat wal afiat dan tetap bersemangat untuk berbuat yang bermanfaat.


 Sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang luar biasa, sebelum meninggalkan Ciwangun Indah kami sempatkan bersujud pada sang khaliq dengan menunaikan sholat dhuhur berjamaah.

Narasi &Foto by @yahyatingkir

Komentar